Kamis, 22 November 2012

Memories of November



Hai semua,
Aku hanya ingin membagi segelintir kenangan indahku bersama seseorang yang sempat ada dihatiku walau sekejap. Tapi keberadaannya mampu membuatku mengerti tentang kasih dan benci. Dan dalam bulan november aku memulai kisah itu danbisa dibilang mengakhirinya sebelum ulang tahunnya yang ke 18. Sungguh kejam?? Menurutku tidak. J
Begini kisahnya.
Pada awal aku mengenalnya, tak sedikitpun aku tertarik padanya karena keanehannya. Dia sempat melabuhkan hatinya pada sahabatku sendiri. Tak lama setelah itu berakhir, dia mencoba tuK melabuhkan kembali hatinya dengan seseorang, namun itu pun tak begitu lama. Dan pada akhirnya dia melabuhkan hatinya padaku. Sungguh gila memang, seakan aku tak mempunyai hati. Seakan aku tak menjaga perasaan sahabatku sendiri. Tapi.. apalah artinya itu?? Jika sahabatmu menyetujui hubungan ini. Konyol memang! Dan itu membuat hubunganku dengan sahabatku menjauh kurang lebih hampir 1 tahun. Tapi pada akhirnya dia mengerti dan hubungan kita kembali bersahabat. Ironi memang, tapi inilah persahabatan. Persahabatanlah yang menguatkanku saat aku lemah. Persahabatanlah yang menopangku saat aku jatuh. Dan persahabatanlah yang hanya mampu menciptakan tali silaturahmi yang sesungguhnya.
            Ehm, tidak begitu mudah proses untuk mengawali hubungan ini dengannya, dan bulan november inilah yang menjadi saksi bisunya. Saksi segala janji dan kepercayaan yang pada akhirnya waktulah yang menjawab bahwa kita tak bisa lagi bersama. Maka janji hanya sekedar janji dan kepercayaan seakan hilang seiring bergantinya waktu. Begitu dalam aku keruk lubang untuk mengubur kenangan ini, tapi sedalam apapun itu tak akan membuatku lupa akan.nya, dan hari” itu kelak akann kuceritakan pada suami dan anakku kelak, agar mereka mengerti seberat apakah perjuanganku tuk menguburnya dalam” hanya untuk mendapatkan kebahagiaan bersama mereka. Dan 3 hari di bulan november akan selalu tertata rapi dalam kotak kehidupanku kini,
21 November,hari dimana aku tahu maksut dan tujuannya untuk bersama
25 November,aku berusaha keras meyakinkan orang tuaku tuk menjalin hubungan  bersamanya
Dan pada akhirnya
26 November,kuputuskan tuk bersamanya
Begitu ironi, tapi inilah hidup. Semua tinggal kenangan. Dan kenangan itu hanya akan membuatku lebih jeli dalam mengartikan kedekatan dan sikap seseorang yang ditujukan padaku. Tak akan ada lagi kejadian seperti yang lalu, yang hanya menguras air mataku tanpa sebab yang pasti. Untuk apa ini terus kukenang namun tak ada feedback yang setimpal. So, aku tak henti”nya mengucap syukur pada Allah, bahwa Dia mengungkap segalanya sebelum aku terlalu jauh bersamanya. Terima kasih Tuhan. Engkau memang Tuhan yang selalu mengerti segala yang terbaik untuk hambanya. Sekarang aku hanya berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik, karena

SESEORANG YANG BAIK HANYA DIPERUNTUKAN UNTUK SESEORANG YANG BAIK PULA!!

Tidak ada komentar: